Menembus Batas Fisik dan Mental, 69 Putra-Putri Terbaik Lampung Utara Digembleng Menuju Panggung Merah Putih 2026

LAMPUNG UTARA, Studio2News – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lampung Utara melalui Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) mengambil langkah tegas dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh.

Tercatat, sebanyak 69 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 resmi memasuki dapur penggemblengan paling krusial yakni tahap Pradiklat.

Dari puluhan pemuda-pemudi pilihan yang mewakili seluruh penjuru kecamatan, mulai dari pusat kota hingga wilayah terjauh seperti Sungkai Utara, Muara Sungkai, hingga Bukit Kemuning, sebanyak 66 orang dipersiapkan untuk mengibarkan panji di tingkat kabupaten.

Sementara 3 orang lainnya sukses melangkah untuk mengemban misi di tingkat Provinsi Lampung. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menegaskan komitmen penuh untuk memfasilitasi seluruh talenta muda ini tanpa memandang batas wilayah.

Pelatih Paskibraka, IPDA Panca Darmawan, mengungkapkan bahwa tahap pradiklat yang berjalan saat ini memegang peranan vital. Para peserta yang datang dari berbagai sekolah dengan pola pembinaan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang berbeda harus segera disatukan dalam satu frekuensi sesuai petunjuk dan pedoman Peraturan Panglima (Perpang) terbaru.

“Pradiklat ini adalah fondasi. Kami menyamakan persepsi dan menyelaraskan gerak langkah sebelum masuk ke tahapan inti,” ujar Panca, Sabtu (1/8/2026).

Rangkaian pradiklat dijadwalkan tuntas pada 6 Agustus mendatang, untuk kemudian langsung melaju ke tahap Diklat mulai 8 Agustus 2026. Pada fase inilah tim penilai akan membedah kapasitas peserta secara mendalam untuk menentukan posisi-posisi strategis, mulai dari Pasukan 17, Pasukan 8, hingga posisi paling sakral sebagai pembawa baki, pengibar, dan pengerek bendera.

Ketua PPI Lampung Utara, R.A. Habibie, menegaskan bahwa pembinaan Paskibraka tahun ini tidak sekadar berfokus pada ketangkasan fisik semata, melainkan menerapkan metode Jarlatsuh (Pengajaran, Latihan, dan Pengasuhan) secara ketat. Dijelaskannya, Pengajaran (Jar) memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan materi strategis dari narasumber kompeten, termasuk instansi terkait.

“ Latihan (Lat) memberikan penggemblengan fisik dan kedisiplinan baris-berbaris langsung di bawah komando unsur TNI dan Polri. Sementara Pengasuhan (Suh) memberikan pendampingan intensif oleh para pamong untuk menanamkan doktrin, motivasi, dan mentalitas baja di luar jam latihan resmi,” jelas Habibie.

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Lampung Utara, R.A. Habibie, menegaskan pentingnya sinergi yang kuat antara PPI dan jajaran pengurus dalam mengawal kegiatan pelatihan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026.

Dalam keterangannya, R.A. Habibie menyampaikan beberapa poin penting terkait pelaksanaan pradiklat dan diklat Paskibraka, yakni PPI dan DPPI Kabupaten Lampung Utara berjalan beriringan dengan tujuan serta keinginan yang sama dan memastikan keduanya terus sejalan demi kesuksesan peserta.

Habibie menekankan bahwa Kabupaten Lampung Utara tidak boleh mengalami kekurangan maupun krisis sumber daya manusia (SDM). Melalui proses Jarlatsuh (Jaringan Latihan dan Penyuluhan) serta rangkaian pelatihan ini, para siswa calon Paskibraka diharapkan mampu menjadi kader perubahan, minimal di lingkungan keluarga dan sekolah masing-masing.

Beratnya intensitas latihan di bawah terik kemarau tentu menuntut stamina luar biasa. Untuk mengawal keselamatan fisik para peserta, Tim Kesehatan dari Puskesmas Wonogiri diterjunkan secara khusus ke lokasi kegiatan, didukung oleh dr. Endang Sulistyawati, Anita Carolin.

Endang Sulistyawati mengaku, berdasarkan pemantauan medis, kondisi fisik ke-69 peserta cukup bervariasi. Sejumlah peserta sempat mengalami penurunan stamina akibat penyesuaian jadwal latihan yang padat, ditambah faktor eksternal seperti cuaca panas, debu, batuk dan flu ringan, hingga gangguan pencernaan akibat pola makan di luar menu karantina.

Endang menegaskan, Sebagai langkah antisipasi, tim medis bergerak cepat dengan memberikan pasokan vitamin dan obat-obatan harian secara rutin kepada seluruh peserta dan pelatih dan melakukan observasi dan kontrol kesehatan berkala setiap hari.

“ Hingga saat ini, tim kesehatan memastikan tidak ada kasus penyakit berat yang ditemukan. Seluruh gangguan kesehatan berhasil diatasi dengan cepat sehingga para calon Paskibraka tetap berada dalam kondisi prima.” Ungkap Endang.

Dengan sinergi ketat antara disiplin militer, pembinaan karakter mental, dan pengawalan medis yang prima, 69 putra-putri terbaik Lampung Utara ini siap menuntaskan tugas sejarah mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus 2026 dengan sempurna tanpa cela. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!