Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Tindak Tegas Bandar Narkoba

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menindak tegas dan terukur kepada para bandar maupun gembong narkoba.

Hal tersebut diperintahkan Kapolri menyusul kasus meninggalnya dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah saat hendak menangkap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Katingan, Kalimantan Tengah.

“Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, pekan lalu.

Jenderal Listiyo Sigit menyebut tindakan tegas terhadap seluruh bandar narkoba tersebut bertujuan untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dari bahaya laten narkotika.

“Karena mereka (bandar narkoba) adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa,” jelasnya.

Terlebih, kata dia, Indonesia bakal menghadapi bonus demografi. Sehingga ia menegaskan seluruh generasi bangsa Indonesia harus dijaga dari bahaya dampak narkoba.

“Dalam menghadapi momentum bonus demografi yang harus betul-betul kita jaga bersama,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu personil yang gugur dinaikan pangkat, pangkat kehormatan atas gugurnya dalam menjalankan tugas Negara

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencarian dua personel Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang pasca penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei telah membuahkan hasil.

Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara Aiptu Sumaryanto masih dalam pencarian intensif tim SAR gabungan.

Jasad Bripda Nopandri ditemukan oleh warga dan tim SAR gabungan tersangkut di ranting bambu dan kayu di wilayah Desa Tumbang Lahang pada Sabtu sore, (4/7/2026). Jasad tersebut ditemukan di radius sekitar 37 kilometer dari titik awal lokasi kejadian dan telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Palangka Raya.

Tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah, Polres Katingan, Basarnas, dan unsur relawan terus memfokuskan pencarian untuk satu personel yakni Aiptu Sumariyanto yang hingga saat ini Minggu 5 Juli 2026 belum ditemukan. Penyisiran menggunakan perahu terus diperluas di sepanjang aliran Sungai Katingan.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan salah satu anggotanya yang hilang telah diketemukan dalam kondisi meninggal dunia yakni Brpda Nopandri sementara satu personil Aiptu Sumariyanto masih dalam pencarian.

“Jasad Bripfa Nopandri telah dievakuasi jajaran gabungan dan telah di Rumah Sakit Bhayangkara,”terangnya singkat

Hingga berita ini diturunkan personil jajaran masih melakukan penyisiran disungai Katingan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!