Tol Trans Sumatera Jadi Jalur Maut, Polisi Buru Bandar Utama Ekstasi Ribuan Butir

LAMPUNG TENGAH, Studio2News – Operasi besar-besaran Satresnarkoba Polres Lampung Tengah di jalur Tol Trans Sumatera berhasil memutus mata rantai distribusi narkoba skala besar. Namun, aparat tidak berhenti pada penangkapan kurir. Kini, perburuan difokuskan langsung pada sang dalang utama berinisial AS.

Usai meringkus tiga kurir narkotika dengan barang bukti fantastis sebanyak 2.848 butir pil ekstasi dan 5,1 gram sabu, polisi kini resmi menetapkan AS ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Identitasnya telah disebar ke seluruh jajaran kepolisian untuk menutup setiap celah pelarian.

Wakapolres Lampung Tengah, Kompol Heru Sulistyananto, menegaskan bahwa pengejaran terhadap AS tidak akan kendor sedikit pun. Kepolisian memastikan tidak ada ruang bagi bandar narkotika untuk menghirup udara bebas.

“Status saudara AS sudah resmi sebagai buronan negara (DPO). Tim penyidik di lapangan sedang bergerak intensif untuk memburu pelaku yang berperan sebagai pengendali sekaligus pemesan barang haram ini,” ujar Kompol Heru saat konferensi pers di Mapolres Lampung Tengah, Senin (29/6/2026).

Langkah tegas kepolisian didasarkan pada pengembangan dari tiga kurir yang tertangkap di Rest Area KM 172 Tol Trans Sumatera sebelumnya. Polisi menerapkan pasal berlapis dengan pasal pemufakatan jahat, yang memastikan hukuman maksimal bagi sang bandar.

Jika tertangkap, AS dipastikan bakal terjerat Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tidak tanggung-tanggung, ancaman pidananya adalah, Pidana Mati, Penjara Seumur Hidup, Pidana Penjara Maksimal 20 Tahun dan Denda Maksimum hingga miliaran rupiah.

“Penerapan pasal berlapis ini adalah upaya kami memberikan efek jera. Kami serius ingin memutus rantai peredaran narkotika yang selama ini mengintai generasi muda,” tegas Heru.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan tamparan keras bagi sindikat narkoba lintas provinsi yang mencoba menjadikan Tol Trans Sumatera sebagai jalur distribusi utama. Meski tiga kaki tangan telah berhasil diringkus, pihak Polres Lampung Tengah berkomitmen penuh untuk membongkar jaringan yang lebih luas dan mengungkap siapa saja yang terlibat di balik layar. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!