Wisatawan Air Terjun 9 Putri Hilang Saat Menjelajah, Ditemukan Selamat Usai Disisir Tim Gabungan

LAMPUNG SELATAN, studio2news – Suasana mencekam sempat menyelimuti kawasan wisata Air Terjun 9 Putri, Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Kamis (25/6/2026).

Pasalnya, seorang remaja bernama Muhammad Rohmarulloh (17) dilaporkan hilang secara misterius saat tengah menjelajahi medan hutan yang terjal.

Korban, merupakan warga Desa Waymuli Induk, ia dinyatakan hilang setelah memisahkan diri dari rombongannya. Aksi pencarian besar-besaran pun digelar, melibatkan sinergi dari berbagai instansi, mulai dari Pemdes Canti, Kecamatan Rajabasa, Damkarmat, BPBD Lampung Selatan, hingga aparat TNI-Polri.

Insiden bermula ketika korban bersama tiga rekannya, Ai Atri (25), Supriati (22), dan Alvin (17), tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat sedang dalam perjalanan kembali dari Air Terjun ke-5 menuju Air Terjun ke-4, korban tiba-tiba berlari menjauh dari rombongan tanpa alasan yang jelas.

Alvin, salah satu rekan korban, sempat berusaha melakukan pengejaran namun kehilangan jejak. Ia hanya mendapati sepasang sandal milik korban tertinggal di jalur hutan. Sadar rekannya hilang, rombongan segera meminta pertolongan petugas.

Proses pencarian yang memakan waktu berjam-jam sejak siang hingga malam hari akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 21.15 WIB, tim gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat.

Korban segera dievakuasi menuju RSUD dr. Bob Bazar, SKM Kalianda untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Bhabinkamtibmas Desa Canti, Aipda Deni Madyistira, memberikan apresiasi tinggi atas soliditas tim di lapangan.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang solid antara pemerintah, TNI-Polri, BPBD, Damkarmat, relawan, dan masyarakat, korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkapnya.

Menanggapi peristiwa ini, Camat Rajabasa, Firdaus, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) di area wisata yang memiliki medan terjal.

Pihak kepolisian juga memberikan peringatan tegas bagi pengunjung. Pengunjung diimbau untuk selalu berada dalam jangkauan rombongan saat menjelajah area hutan.

Wajib mengikuti jalur yang telah ditentukan dan mendengarkan instruksi pengelola wisata kemudian Pihak pengelola diminta memperketat pengawasan terhadap pengunjung di area yang berisiko tinggi.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para penjelajah alam bahwa kelalaian sekecil apa pun di medan hutan dapat berakibat fatal. (Wawan/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!