Kemensetneg Buka Pintu Istana bagi Pelajar dan Mahasiswa, Ruang Belajar Inspiratif untuk Generasi Muda

JAKARTA, studio2news – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun wawasan kebangsaan generasi muda melalui program Istana untuk Anak Sekolah.

Pada Selasa (23/06/2026), kompleks Istana Kepresidenan menyambut antusiasme 375 peserta yang terdiri dari 325 pelajar SMPN 73 Jakarta dan 50 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Lampung (Unila).

Kegiatan edukatif ini dirancang bukan sekadar sebagai kunjungan lapangan, melainkan sebagai media pembelajaran interaktif mengenai sistem tata negara dan sejarah perjalanan bangsa. Para peserta diajak menelusuri jejak sejarah di Istana Negara, Istana Merdeka, hingga meninjau langsung area Kantor Presiden.

Bagi mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi Unila, kunjungan ini memberikan nilai tambah yang signifikan. Mereka mendapatkan kesempatan eksklusif untuk mendalami dinamika komunikasi pemerintah serta proses pengambilan kebijakan publik.

Sesi diskusi strategis tersebut menghadirkan dua narasumber kunci yaitu, Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah, Fahd Pahdepie dan Kepala Biro Humas Kemensetneg, Eddy Cahyono Sugiarto.

Dalam sesi tersebut, para mahasiswa diajak membedah tantangan komunikasi strategis pemerintah di era digital serta bagaimana kebijakan publik dirumuskan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Program Istana untuk Anak Sekolah merupakan wujud nyata upaya Kemensetneg dalam mendekatkan institusi kepresidenan dengan generasi penerus bangsa. Melalui akses langsung ke jantung pemerintahan, diharapkan tumbuh semangat nasionalisme dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran negara di mata para pelajar dan mahasiswa.

“Pintu Istana selalu terbuka sebagai ruang belajar yang inspiratif. Kami berharap melalui interaksi langsung ini, generasi muda dapat terinspirasi untuk turut berkontribusi bagi masa depan bangsa,” ujar perwakilan Kemensetneg.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kompleks Istana Kepresidenan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai laboratorium hidup bagi generasi muda Indonesia dalam memperluas cakrawala berpikir dan memperkuat rasa cinta tanah air. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!