Lampung Utara, studio2news – Jembatan gantung yang membentang gagah di atas sungai way arum kini resmi menjadi urat nadi baru yang menghubungkan Desa Pekurun dan Desa Aji Kagungan, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara. Momen bersejarah ini diawali dengan pertemuan virtual (zoom meeting) dan penyerahan bantuan sosial, yang kemudian memuncak pada prosesi peresmian serentak di Dusun 03 RT 05 Lubuk Lasak, Desa Pekurun.
Bagi lebih dari 500 kepala keluarga atau sekitar 1.200 jiwa di kedua desa, jembatan gantung sepanjang 60 meter dan lebar 1,4 meter ini bukan sekadar bangunan fisik. hal ini adalah simbol kemerdekaan dari rasa takut yang menghantui mereka selama puluhan tahun.
Sebelum jembatan ini berdiri, warga harus bertaruh nyawa menyeberangi derasnya sungai way arum. ketakutan terbesar selalu datang di musim hujan, saat debit air meluap dan memutus mimpi anak-anak untuk pergi ke sekolah serta melumpuhkan urat nadi perekonomian petani.
Dalam sambutannya Dandim 0412 Lampung Utara, Letkol Inf Roni Faturohman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini adalah bentuk dedikasi tertinggi TNI yang bekerja secara profesional dan penuh cinta untuk kesejahteraan rakyat,”jembatan ini bukan hanya sekadar sarana penghubung geografis, melainkan jembatan menuju masa depan dan kemajuan. dengan akses yang layak ini, kami ingin memastikan distribusi hasil pertanian berjalan lancar, anak-anak kita dapat melangkah ke sekolah dengan aman demi mengejar cita-cita, dan hubungan persaudaraan antarwarga semakin erat,”Ujar Dandim
Peresmian yang berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat ini menjadi bukti nyata kekuatan sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. jembatan perintis garuda kini berdiri kokoh, menjadi monumen kebanggaan sekaligus saksi bisu gotong royong yang mengembalikan senyum dan harapan di tanah Lampung Utara.
selain jembatan di Desa Abung Pekurun juga diresmikan jembatan perintis garuda yang berada di Desa Tulung Balak, Kecamatan Tanjung Raja. (Yogi/ Red)













