LAMPUNG UTARA, studio2news – Kodim 0412/Lampung Utara kembali membuktikan pengabdiannya kepada masyarakat dengan merampungkan dua proyek strategis nasional, Jembatan Perintis Garuda.
Infrastruktur vital ini kini siap dioperasikan di dua lokasi strategis: Desa Pekurun Kecamatan Abung Pekurun dan Desa Tulung Balak Kecamatan Tanjung Raja.
Peresmian yang akan digelar besok, Rabu (24/6/2026), tidak hanya menjadi seremoni seremonial belaka. Kodim 0412/LU akan mengemasnya dengan acara syukuran potong tumpeng serta penyaluran bantuan sembako kepada warga setempat sebagai wujud apresiasi atas gotong royong luar biasa selama masa pembangunan.
“Peresmian ini adalah bentuk syukur kita bersama. Kami telah mengundang Bapak Bupati serta seluruh unsur Forkopimda Lampung Utara untuk hadir dan melihat langsung hasil jerih payah prajurit bersama masyarakat,” ujar Dandim 0412/Lampung Utara, Letkol Inf Roni Faturohman, Selasa (23/6/2026).
Letkol Inf Roni Faturohman mengakui, proses pembangunan tidak selalu berjalan mulus. Khusus di Desa Pekurun, prajurit sempat berhadapan dengan tantangan medan yang cukup berat.
Letkol Inf Roni Faturohman menjelaskan, proses pembangunan sempat menemui tantangan medan yang cukup berat, terutama di Desa Pekurun. Kondisi geografis yang sulit membuat distribusi material memakan waktu lebih lama dari target awal 35 hari kerja. Namun, dedikasi personel di lapangan berhasil menuntaskan tantangan tersebut demi kepentingan masyarakat.
Pembangunan di Lampung Utara tidak berhenti di dua jembatan tersebut. Dandim memaparkan peta jalan pembangunan infrastruktur lainnya yang tengah dan akan dikebut:
1. Jembatan Beton: Dua titik di Desa Sri Menanti (Tanjung Raja) dan Desa Negeri Sakti (Sungkai Barat).
2 Rehabilitasi Jembatan: Desa Napal Belah, Kecamatan Bunga Mayang.
3 Jembatan Aramko: Sebanyak 14 titik di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dan satu titik di Desa Baru Raharja, Kecamatan Sungkai Utara.
Tak hanya berfokus pada akses transportasi, Kodim 0412/LU juga mulai menyasar kebutuhan mendasar masyarakat melalui program pembangunan 15 titik sumur bor di wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.
“Kedepan, kami fokus menuntaskan 15 titik sumur bor. Kami menargetkan pembangunan di daerah yang benar-benar krisis air. Harapan kami, masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkas Dandim. (Diq).













