Bupati Lampung Barat Jemput Bola Anggaran Pusat, Demi Benahi Infrastruktur Sekolah

Lampung Barat – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan akselerasi peningkatan mutu pendidikan di Daerah. Menyadari bahwa infrastruktur yang layak merupakan fondasi utama kenyamanan belajar, jajaran Pemerintah Daerah mengambil langkah progresif dengan melakukan strategi “jemput bola” langsung ke Pemerintah pusat guna mengamankan dukungan anggaran perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sekaligus memanfaatkan peluang penganggaran Nasional melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun program Kementerian terkait.

Upaya proaktif ini dinilai sebagai langkah cerdas dalam manajemen Pemerintahan Daerah. Alih-alih hanya menunggu kucuran dana stimulan, koordinasi intensif langsung ke Kementerian terkait—seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Kementerian PUPR—menjadi kunci utama.

Pemerataan kualitas pendidikan di wilayah geografis seperti Lampung Barat sangat bergantung pada ketersediaan fasilitas yang setara dengan wilayah perkotaan. Rusaknya ruang kelas, kurangnya laboratorium, hingga minimnya fasilitas sanitasi yang layak kerap menjadi kendala klasik yang harus segera dituntaskan.

Melalui lobi-lobi dinas terkait yang didukung penuh oleh kepala daerah, usulan perbaikan sarpras diajukan berbasis data riil (Dapodik) yang akurat. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa bantuan yang turun nantinya tepat sasaran dan sesuai dengan skala prioritas kebutuhan sekolah-sekolah di Bumi Sekala Bekhak.

Perbaikan sarana dan prasarana bukan sekadar urusan estetika gedung, melainkan instrumen vital yang memengaruhi psikologis dan produktivitas siswa maupun guru.

Kendati dukungan pusat berhasil dijemput, tantangan berikutnya berada pada tataran eksekusi. Profesionalisme pengerjaan, transparansi anggaran, dan ketepatan waktu (timeline) rekonstruksi harus dikawal ketat.

Pemerintah daerah dituntut untuk memastikan seluruh proses birokrasi, mulai dari tender hingga pengerjaan fisik, berjalan bersih dan bebas dari praktik penyelewengan. Keterlibatan masyarakat, komite sekolah, dan media massa sebagai fungsi pengawasan publik akan menjadi jangkar penentu keberhasilan program ini.

Langkah dinamis Pemkab Lampung Barat dalam menjemput dukungan pusat ini menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah bukan menjadi alasan untuk membiarkan sektor pendidikan jalan di tempat. Dengan infrastruktur yang semakin mantap, peta jalan (roadmap) menuju peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Lampung Barat diyakini akan bergerak ke arah yang jauh lebih positif.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Apa yang dijemput dan dibangun hari ini oleh jajaran Pemerintah Daerah, akan menjadi fondasi kokoh lahirnya generasi emas Lampung Barat di masa depan. (Samson/ Daniel/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!