LAMPUNG UTARA, studio2news – Memiliki dokumen kependudukan bukan sekadar soal memiliki selembar KTP atau Kartu Keluarga (KK). Bagi warga yang kurang mampu, dokumen tersebut merupakan kunci pembuka untuk mendapatkan akses layanan negara dan bantuan sosial.
Memahami urgensi tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lampung Utara berkolaborasi dengan BAZNAS setempat meluncurkan program SEHATI (Sinergi Kemanusiaan dan Administrasi Kependudukan Terintegrasi).
Program ini hadir sebagai solusi konkret bagi masyarakat yang selama ini terisolasi dari berbagai akses bantuan akibat kendala administratif. Sinergi ini memastikan bahwa di Lampung Utara, tidak ada lagi warga yang kehilangan haknya hanya karena terkendala masalah identitas.
Kepala Dinas Dukcapil setempat, Maryadi mengatakan bahwa Program SEHATI dirancang untuk jemput bola. Masyarakat yang membutuhkan bantuan baik berupa layanan administrasi kependudukan yang macet maupun dukungan ekonomi dari BAZNAS kini bisa mendapatkan kedua akses tersebut dalam satu pintu.
“ Jika selama ini masyarakat harus berurusan dengan dua instansi yang berbeda, kini melalui SEHATI, proses tersebut dipangkas. Disdukcapil memverifikasi data kependudukan secara real-time, sementara BAZNAS memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.” Kata Maryadi. Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, banyak warga di pelosok Lampung Utara yang seringkali gagal mendapatkan bantuan sosial, sekolah, atau layanan kesehatan gratis hanya karena data kependudukan yang tidak valid. Program SEHATI hadir untuk memastikan agar memperbaiki status administrasi warga agar masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), membantu warga yang berada dalam kondisi mendesak/darurat melalui dukungan finansial dari BAZNAS dan mengikis jarak antara birokrasi dengan rakyat kecil yang selama ini kesulitan menjangkau kantor pelayanan.
Kolaborasi antara Disdukcapil dan BAZNAS ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan upaya kemanusiaan yang masif. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berkomitmen bahwa pelayanan tidak boleh lagi bersifat pasif.
“Melalui SEHATI, kami ingin memastikan bahwa identitas kependudukan menjadi pintu masuk bagi kesejahteraan. Tidak ada lagi warga Lampung Utara yang tertinggal karena masalah administratif,” ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi model pelayanan publik yang humanis, di mana administrasi negara berpadu dengan kepedulian sosial, menciptakan dampak langsung bagi ekonomi dan martabat warga Lampung Utara. (Red.













