Jembatan Garuda, Asa Baru 1.200 Warga Pekurun yang Terbelah Sungai Way Arum

LAMPUNG UTARA, studio2news – Harapan warga Desa Pekurun dan Desa Aji Kagungan untuk memiliki akses transportasi yang layak kini mulai menampakkan wujud nyata.

Pada Sabtu (20/6/2026) kemarin, proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda sebuah infrastruktur vital yang menjadi urat nadi bagi 1.200 jiwa terus dikebut melalui semangat gotong royong TNI dan masyarakat.

Sejak pukul 08.00 WIB, jajaran Koramil 412-07/Abung Barat bersama personel Brigif 45/SB dan warga setempat bahu-membahu mengerjakan tahapan krusial, pemasangan jarum pengikat sisi kanan dan kiri pada lantai jembatan di Dusun 03 RT 05 Lubuk Lasak, Desa Pekurun, Kabupaten Lampung Utara.

Dandim 0412 Lampung Utara, Letkol Inf Roni Faturohman melalui Komandan Koramil (Danramil) 412-07/ABB, Kapten Inf Sugiono, menyatakan bahwa pemasangan komponen ini adalah kunci keamanan struktur.

“Pemasangan jarum ini sangat vital untuk memperkuat struktur lantai. Jembatan sepanjang 60 meter ini harus kokoh karena membentang tepat di atas Sungai Way Arum yang memiliki karakteristik liar,” ujar Kapten Sugiono. Minggu (21/6/2026).

Jembatan Gantung Perintis Garuda memang dirancang khusus sebagai solusi atas tantangan geografis yang ekstrem. Dengan lebar bentangan 48 meter dan total panjang 60 meter, jembatan setinggi 1,4 meter ini dipersiapkan untuk menghadapi ancaman banjir.

Saat cuaca normal, kedalaman Sungai Way Arum hanya 1 meter, namun dapat melonjak drastis hingga 6 meter saat hujan deras kondisi yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi warga.

Kehadiran jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan nyawa bagi 500 Kepala Keluarga (KK). Selama bertahun-tahun, warga dari Desa Pekurun dan Desa Aji Kagungan hidup dalam ketergantungan pada kondisi cuaca untuk sekadar menyeberang.

“Jembatan ini adalah akses utama pengangkut hasil bumi dan jalur pendidikan bagi anak-anak kami. Bayangkan, selama ini pelayanan desa sering terhambat karena Sungai Way Arum meluap. Dengan jembatan ini, aparat desa dari Dusun Ngantong nantinya bisa memberikan pelayanan maksimal tanpa harus menunggu air sungai surut,” jelas salah satu warga.

Semangat gotong royong tampak begitu nyata. Lima warga dari Desa Pekurun dan lima warga dari Desa Aji Kagungan terlihat menyatu dengan prajurit TNI, membuktikan bahwa proyek ini adalah milik rakyat yang dikawal oleh negara.

Hingga saat ini pengerjaan pemasangan komponen lantai terus berjalan lancar. Warga kini menggantungkan harapan besar agar pembangunan ini segera rampung sepenuhnya, sehingga mobilitas harian mereka tidak lagi dihantui oleh ketidakpastian cuaca dan amukan sungai. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!