BANDAR LAMPUNG, studio2news – Aroma persaingan menuju kursi ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung kian menyengat. Penjaringan bakal calon ketua resmi ditutup pada Sabtu (20/6/2026) kemarin.
Kelima kandidat yang telah mengambil formulir kini telah mengembalikan berkas, memastikan bahwa tidak ada ruang bagi keraguan, perang pengaruh pun resmi dimulai.
Ketua Organizing Committee (OC) Musda VI, Hanifal, menegaskan bahwa panitia daerah telah menyelesaikan tugasnya. Kini, bola panas berpindah ke tangan DPP Partai Demokrat untuk dilakukan bedah verifikasi.
“Tugas kami di daerah selesai. Berkas sudah diestafetkan ke pusat untuk disaring kembali kegesitannya. Keabsahan dukungan akan diuji ketat di tingkat DPP,” ujar Hanifal, Sabtu (20/6/2026) kemarin.
Dalam peta kekuatan ini, 17 suara sah menjadi penentu takhta. Sesuai regulasi organisasi, setiap kandidat wajib mengantongi minimal 20 persen dukungan atau sekitar empat suara untuk bisa lolos ke tahapan pemilihan selanjutnya. Syarat mutlak ini memaksa setiap kandidat melakukan manuver lobi-lobi tingkat tinggi guna mengamankan basis suara.
Pertarungan kali ini dianggap sangat menarik karena mempertemukan dominasi petahana dengan kepala daerah aktif serta srikandi senior.
Berikut lima nama yang resmi adu mekanik memperebutkan kursi panas ketua DPD:
- Edy Irawan Arief, Sang petahana yang tengah mempertahankan dominasi kursi nomor satu di DPD Demokrat Lampung.
- Budiman AS, Ketua DPC Lampung Selatan yang dikenal memiliki basis massa kuat di daerah.
- Indri Sulistiyawati, Srikandi senior yang membawa narasi perubahan dari kalangan internal.
- Bambang Iman Santoso, Wali Kota Metro yang membawa gerbong pengaruh kepala daerah ke arena Musda.
- Almuhery, Tokoh internal yang siap memberikan kejutan bagi para kandidat lain.
Seluruh berkas administrasi kini tengah dikuliti dalam tahap verifikasi pra-Musda. Publik Lampung kini menanti, apakah petahana Edy Irawan mampu mempertahankan singgasananya, ataukah gelombang tantangan dari kepala daerah dan tokoh internal akan meruntuhkan dominasinya pada 26 Juni 2026 mendatang.
Dengan komposisi kandidat yang memiliki basis kekuatan berbeda-beda, Musda VI Demokrat Lampung bukan lagi sekadar formalitas organisasi, melainkan panggung pembuktian siapa yang paling berkuasa di Bumi Ruwa Jurai. (Sandi Putra/Red).













