LAMPUNG SELATAN, studio2news – Sebagai bentuk komitmen dalam memperingati Bulan Bung Karno tahun 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Selatan menggelar aksi bakti sosial khitanan massal. Kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro, Rabu (17/6/2026).
Sebanyak 41 anak dari berbagai wilayah antusias mengikuti prosesi khitanan yang difasilitasi penuh oleh partai. Program ini diinisiasi sebagai wujud nyata kepedulian partai terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, sekaligus memberikan akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan terjangkau bagi para orang tua.
Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Lesty Putri Utami, yang hadir langsung meninjau jalannya kegiatan, menekankan bahwa peringatan Bulan Bung Karno tidak boleh hanya sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menyebut, momentum ini harus dijadikan landasan ideologis dan kultural untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan Sang Proklamator dalam membantu sesama.
“Sesuai arahan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, kami berkomitmen mengisi momentum Bulan Bung Karno dengan aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Terlebih di tengah kondisi saat ini, masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya,” ujar Lesty, yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Lampung tersebut.
Di lokasi kegiatan, tampak hadir mendampingi jajaran legislatif dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lampung Selatan, di antaranya Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan Merik Havit, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Hendry Gunawan, serta jajaran anggota DPRD yakni Samsul H. Suhartono, Suhar Pujianto, dan Taman.
Anggota DPRD Lampung Selatan, Samsul H. Suhartono, merinci bahwa 41 peserta khitanan massal tersebut merupakan warga dari tiga kecamatan.
“Peserta tersebar dari Kecamatan Candipuro sebanyak 8 anak, Kecamatan Katibung 26 anak, dan Kecamatan Way Sulan sebanyak 7 anak,” jelasnya.
Samsul menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar memberikan layanan kesehatan gratis, melainkan juga sebagai sarana dukungan moral dan emosional bagi anak-anak agar merasa lebih percaya diri.
“Harapan kami, aksi sosial ini mampu meringankan beban ekonomi orang tua, sekaligus memastikan anak-anak kita mendapatkan layanan kesehatan yang layak demi menunjang masa depan mereka,” pungkas Samsul. (Wawan/Red).













