LAMPUNG UTARA, studio2news – Kabupaten Lampung Utara merayakan hari jadinya yang ke-80 dengan kemeriahan yang luar biasa.
Puncak perayaan yang paling dinantikan masyarakat, yakni Pawai Budaya, sukses digelar dengan megah pada Minggu (14/6/2026).
Ribuan pasang mata tumpah ruah di sepanjang jalur utama pusat kota untuk menyaksikan kekayaan tradisi dari 23 kecamatan di Bumi Ragem Tunas Lampung.
Acara tahunan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, didampingi Wakil Bupati Romli, serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di panggung kehormatan.
Ada yang berbeda dalam gelaran tahun ini. Pawai budaya dibuka dengan atraksi Parade Mighul yang memukau, memberikan nuansa sakral sekaligus spektakuler sebelum iring-iringan utama dimulai.
Penampilan ini menjadi pembuka yang sempurna bagi 23 kecamatan untuk unjuk gigi menampilkan identitas budaya khas daerahnya masing-masing.
Sepanjang rute pawai, kreativitas peserta benar-benar memanjakan mata. Iring-iringan kostum adat yang megah, replika rumah adat yang artistik, hingga pertunjukan tari tradisional dan musik perkusi khas daerah disajikan dengan penuh totalitas.
Warna-warni busana adat yang dikenakan para peserta mencerminkan betapa kayanya khazanah budaya Lampung Utara. Masyarakat yang memadati sisi jalan pun tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan meriah saat iring-iringan melintas di depan panggung utama.
Dalam sambutannya yang mewakili Bupati, Wakil Bupati Romli menekankan pentingnya pawai budaya ini sebagai sarana regenerasi dan penjaga identitas lokal di tengah arus modernisasi.
“Pawai budaya ini bukan sekadar perayaan tahunan. Ini adalah bentuk nyata komitmen kita bersama dalam menjaga, merawat, dan melestarikan adat istiadat serta seni budaya yang menjadi akar jati diri masyarakat Lampung Utara. Mari kita jadikan momen HUT ke-80 ini untuk memperkokoh persatuan melalui kekayaan tradisi kita,” ujar Romli.
Pawai budaya yang berlangsung hingga sore hari ini tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi magnet ekonomi bagi para pelaku UMKM yang menjajakan dagangannya di sepanjang rute pawai.
Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Lampung Utara, Perdana Putra berharap semangat perayaan ke-80 ini dapat memicu kreativitas masyarakat dalam mengembangkan potensi seni budaya lokal agar lebih dikenal luas, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Keberhasilan pawai tahun ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah perubahan zaman yang dinamis, masyarakat Lampung Utara tetap teguh menjaga nilai-nilai luhur peninggalan leluhur. (Diq).













