JAKARTA, studio2news – Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan catatan kritis sekaligus masukan bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah kebijakan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green, SBY menekankan bahwa perlindungan terhadap daya beli masyarakat harus menjadi prioritas utama.
“Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM,” tulis SBY melalui akun media sosial X pribadinya, Kamis (11/6/2026).
Pemerintah melalui Pertamina Patra Niaga baru saja mengumumkan penyesuaian harga BBM non-subsidi. Harga Pertamax (RON 92) kini dipatok Rp16.250 per liter, naik signifikan dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp12.300. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter. Hingga saat ini, pemerintah memastikan harga BBM subsidi jenis Pertalite belum mengalami penyesuaian.
Dalam pandangannya, SBY mengingatkan pemerintah untuk tetap konsisten menjalankan langkah-langkah stabilisasi ekonomi makro. Ia menyoroti beberapa poin krusial yang perlu diperhatikan, di antaranya, Menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta mengendalikan laju utang pemerintah agar tetap berada pada batas aman, Mencegah lonjakan harga barang dan jasa yang berpotensi menekan kehidupan masyarakat kelas bawah, Melakukan upaya nyata dalam memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia dan Membangun komunikasi yang lebih efektif agar kebijakan pemerintah dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat dan pelaku pasar.
“Sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan market. Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian,” tegas SBY.
Berkaca dari pengalamannya selama 10 tahun memimpin Indonesia, SBY memahami bahwa memulihkan kondisi ekonomi memerlukan waktu dan proses yang tidak singkat. Ia menyadari sepenuhnya tekanan yang dihadapi pemerintah saat ini.
Oleh karena itu, SBY menyerukan pentingnya persatuan nasional sebagai kunci utama untuk menghadapi tantangan ekonomi. Ia mengajak pemerintah untuk membuka ruang dialog bagi berbagai pandangan konstruktif.
“Perlu dukungan publik yang lebih kuat. Ingat, in crucial thing, unity. In important thing, dialogue dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat, dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting,” pungkasnya. (Red).













