Menjaga Kedaulatan, Merawat Asa, Sisi Humanis Letkol Marinir Herman Sobli

Di balik ketegasan seragam loreng dan wibawa sebagai Kakimal Lampung, Letkol Marinir Herman Sobli menyimpan sisi humanis yang memikat. Di luar jam dinas, perwira menengah Korps Marinir ini dikenal sebagai sosok yang hangat dan membumi.

Ia memiliki dua kegemaran yang cukup kontras dengan citra kaku dunia militer menggocek si kulit bundar di lapangan hijau dan menunggangi Vespa lawas.

Bagi Letkol Herman, sepak bola bukan sekadar sarana membakar kalori. Saat peluit dibunyikan, insting bertarungnya bertransformasi dari medan tugas ke arena permainan. Di lapangan Markas Kimal Lampung Utara, ia tersohor karena kelincahannya hingga dijuluki “Si Kaki Seribu”.

Larinya kencang, pergerakannya sulit ditebak, dan ketangkasannya dalam merebut bola kerap membuat barisan pertahanan lawan kelimpungan. Semangat pantang menyerah khas prajurit petarung terpancar jelas setiap kali ia menggiring bola.

“Sepak bola itu miniatur kehidupan militer dalam bentuk yang menyenangkan. Sepak bola mengajarkan kerja sama tim, sportivitas, dan kecepatan dalam mengambil keputusan strategis,” ungkapnya pria kelahiran Sumatera Selatan ini.

Daya tarik sang Letkol tidak berhenti di lapangan hijau. Pada waktu senggang, pemandangan unik sering terlihat di sudut-sudut kota. Bukan mobil dinas yang mengawalnya, melainkan raungan khas mesin dua tak dari Vespa klasik kesayangannya.

Menariknya, hobi berkendara ini membawanya masuk ke lingkaran hangat komunitas anak muda setempat. Saat nongkrong, kesan formal sebagai komandan seketika luruh. Letkol Herman tampil kasual, membaur dengan gaya kekinian tanpa kehilangan kharismanya. Namun, momen ini bukan sekadar kongko kosong. Ia menyulap ruang santai tersebut menjadi wadah diskusi yang hidup.

“Anak muda adalah ujung tombak kemajuan. Kita tidak bisa sekadar mendikte mereka dari jauh; kita harus merangkul, memposisikan diri sebagai teman, dan mendengarkan aspirasi mereka,” tegas Letkol Herman.

Dalam setiap obrolan santai ditemani secangkir kopi, ia selalu menyisipkan pesan-pesan substantif. Ia konsisten membentengi para pemuda Lampung Utara dari pengaruh negatif, sekaligus menantang mereka untuk keluar dari zona nyaman. Letkol Herman ingin pemuda Lampung tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor utama yang mengharumkan nama daerah di kancah nasional hingga internasional.

“Lampung Utara, dan Provinsi Lampung pada umumnya, kaya akan potensi. Pemudanya kreatif dan inovatif. Tugas kita adalah mengarahkan energi besar itu ke jalur yang benar agar mereka bisa membawa nama baik daerah ini,” tambahnya optimis.

Kedekatan Letkol Marinir Herman Sobli dengan masyarakat akar rumput membuktikan satu hal: menjadi pemimpin yang disegani tidak harus menciptakan jarak. Lewat sepak bola, motor tua, dan dialog-dialog humanis, ia berhasil meruntuhkan sekat antara TNI dan rakyat. Ia adalah representasi nyata dari seorang prajurit modern sosok yang tidak hanya tangguh menjaga kedaulatan negara, tetapi juga tulus merawat semangat dan asa para penerus bangsa di Bumi Ruwa Jurai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!