Innalillahi, Jemaah Haji JKG 15 Asal Lampura Wafat Di Mekah

MAKKAH Studio2news.com — Kabar duka menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Seorang jemaah haji lansia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) JKG 15 dilaporkan meninggal dunia di Makkah pada Sabtu (16/5/2026) dini hari pukul 01.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Jemaah tersebut mengembuskan napas terakhirnya tepat setelah dievakuasi dari Madinah pasca-menjalani operasi patah tulang paha.

Kepala Kantor Kementrian Haji Dan Umrah Lampung Utara, Feryza Agung menjelaskan Alamarhumah atas nama Sugiarti Karta Pawira warga jalan Sukarno Hatta, Tanjung Harapan Kotabumi Selatan.

“Almarhumah merupakam rombongan 4 regu 13 dan diketahui pada bulan Juli mendatang berusia 70 tahun. Awal sakit beliau terpeleset di plataran masjid Nabawi pada saat akan melaksanakan sholat subuh dekat geate 318,”jelas Feryza Agung saat dihubungi via ponselnya, Sabtu 16 Mei 2026

Almarhum dirujuk ke Rumah Sakit King Fahd, Madinah, oleh dokter kloter JKG 15 dan Tim Ambulans Sektor 3 karena mengalami patah tulang paha kiri. lanjutnya, yang membuatnya tidak bisa berjalan rujukan ini dilakukan atas persetujuan penuh pihak keluarga, pada 13 Mei 2026 almarhumah menjalani operasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) di RS King Fahd.

Pascaoperasi, kondisi jemaah terus dipantau secara rutin melalui visitasi harian oleh dokter sektor dan selanjutnya pada 15 Mei 2026. setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari (11–14 Mei), jemaah dinyatakan laik untuk diteruskan dari Madinah ke Makkah.

“Rombongan tiba di hotel Makkah pada pukul 17.00 WAS dan langsung disambut oleh petugas kloter JKG 15,”terangnya.

Kembali diterangkan Feryza Agung, hanya berselang beberapa jam setelah tiba di pemondokan Makkah, kondisi kesehatan jemaah mendadak menurun drastis,”Pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 00.00 WAS, pasien mulai mengeluhkan sesak napas dan langsung mendapatkan pemeriksaan darurat dari dokter kloter. Memasuki pukul 01.00 WAS, hasil observasi menunjukkan kesadaran penuh (GCS: 15) namun dengan denyut nadi cepat (120x/menit) dan laju napas meningkat (RR: 24x/menit), sementara saturasi oksigen berada di angka 99%. Tim medis segera memasang infus dan melakukan observasi ketat,”urainya lagi.

Ditambahkannya, pada pukul 01.15 WAS, jemaah tiba-tiba kehilangan kesadaran (tidak responsif). Tim medis kloter langsung melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP), namun tubuh jemaah tidak memberikan respons.

“Pada pukul 01.30 WAS, nadi sudah tidak teraba, napas terhenti, dan pupil mata mengalami midriasis (melebar). Jemaah secara resmi dinyatakan wafat pada pukul 01.30 WAS,”tambahnya

Tim dokter mendiagnosis bahwa kemungkinan besar penyebab utama kematian adalah gagal jantung. Kondisi ini dipicu oleh komplikasi dari riwayat hipertensi kronis (lama), kelemahan fisik pascaoperasi besar pada tulang paha, faktor usia (lansia), serta adanya riwayat stroke yang diderita almarhumah sebelumnya.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat ini sedang mengurus seluruh dokumen kematian (Certificate of Death) dan proses pemulasaran jenazah almarhum untuk dimakamkan di Makkah. Semoga almarhumah diterima segala amal ibadahnya dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya sebagai syuhada haji,”tukasnya (Yogi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!