194 Titik Panas Terdeteksi di Lampung  Periode 19 hingga 20 Oktober 2026, Kabupaten Mesuji dan Kawasan Taman Nasional Way Kambas Jadi Sorotan Utama

Bandar Lampung- Pantauan satelit pemantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendeteksi sebanyak 194 titik panas (hotspot) yang tersebar di 10 Kabupaten/kota di Provinsi Lampung pada periode 19 hingga 20 Oktober 2026. Data yang terhimpun dari konfirmasi tiga instrumen satelit  NASA-NOAA20, NASA-SNPP, dan NASA-MODIS   ini mengindikasikan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di sejumlah wilayah rawan.

Kabupaten Mesuji mencatatkan konsentrasi titik panas tertinggi di Provinsi Lampung dengan total 86 titik atau mencakup 44,3 persen dari keseluruhan sebaran. Wilayah ini disusul oleh Kabupaten Lampung Timur dengan 37 titik dan Kabupaten Tulang Bawang dengan 30 titik.

Secara rinci, sebaran titik panas di 10 Kabupaten/kota di Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Mesuji sebanyak 86 titik, Kabupaten Lampung Timur 37 titik, Kabupaten Tulang Bawang 30 titik, Kabupaten Lampung Tengah 11 titik, serta Kabupaten Way Kanan 10 titik. Selain itu, terpantau pula titik panas di Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 9 titik, Kabupaten Lampung Utara 5 titik, Kabupaten Tulang Bawang Barat 4 titik, serta masing-masing 1 titik di Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Pesisir Barat.

Dari total 194 titik yang terpantau, sebanyak 20 titik panas memiliki tingkat kepercayaan tinggi (high confidence), yang mengindikasikan potensi sangat kuat sebagai titik api aktif di lapangan.

Wilayah Kabupaten Mesuji mencatatkan 15 titik high confidence yang terfokus utama di Kecamatan Rawa Jitu Utara (Desa Sungai Sidang), Kecamatan Mesuji (Desa Nipah Kuning dan Sungai Badak), serta Mesuji Timur (Desa Margo Mulyo).

Sementara itu, kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur menjadi sorotan setelah terdeteksi total 33 titik panas di dalam kawasan, dengan 2 titik di antaranya masuk dalam kualifikasi high confidence. Titik berpotensi tinggi lainnya juga ditemukan di Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 2 titik yang berlokasi di Desa Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, serta 1 titik di Kabupaten Way Kanan yang terdeteksi di Desa Bumi Mulya, Kecamatan Pakuan Ratu.

Satelit pengamat mengelompokkan keakuratan data titik panas ke dalam tiga kategori utama. Dominasi terbanyak berada pada tingkat kepercayaan Medium (Sedang) sebanyak 138 titik atau 71,1 persen, disusul tingkat Low (Rendah) sebanyak 36 titik atau 18,6 persen, dan tingkat High (Tinggi) sebanyak 20 titik atau 10,3 persen, sehingga total keseluruhan mencapai 194 titik panas.

Puncak pemantauan intensif terjadi pada Senin, 19 Oktober 2026, antara pukul 13:03 hingga 13:25 Wib dengan catatan 111 titik panas, serta gelombang lanjutan pada pukul 20:42 Wib. Aktivitas pemantauan terus berlanjut hingga Selasa dini hari, 20 Oktober 2026, pukul 01:47 hingga 02:08 Wib, yang merekam tambahan 52 titik panas baru.

Mengingat tingginya jumlah titik panas yang terkonsentrasi di kawasan lahan gambut atau rawa seperti di Rawa Jitu Utara serta kawasan konservasi vital, langkah penanganan cepat dan terpadu harus segera diambil.

Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Satuan Tugas Karhutla di tingkat daerah diimbau untuk segera melaksanakan verifikasi lapangan atau ground checking secara berkala pada titik-titik yang berstatus high confidence.

Selain itu, pengawasan ketat terhadap aktivitas pembukaan lahan mutlak diperlukan. Masyarakat serta para pelaku usaha di sektor perkebunan diimbau secara keras untuk mematuhi kebijakan tanpa bakar atau zero burning policy. Khusus bagi pihak pengelola Taman Nasional Way Kambas, intensifikasi patroli darat sangat mendesak untuk mencegah meluasnya potensi kebakaran yang dapat mengancam keselamatan ekosistem dan habitat satwa yang dilindungi di dalam kawasan konservasi tersebut. (Sandi Putra/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!